Alat Pemadam Api Ringan Solusi Praktis untuk Keamanan Rumah dan Kantor

Keamanan menjadi aspek penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat menghadapi risiko kebakaran yang bisa terjadi kapan saja. Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi risiko ini adalah dengan memiliki alat pemadam api ringan
yang mudah digunakan dan dapat diakses dalam situasi darurat.Tidak hanya untuk rumah, alat pemadam api ringan juga ideal untuk kantor, kendaraan, atau bahkan ruang publik kecil.
Dengan memahami jenis, fungsi, dan cara penggunaan yang tepat, Anda bisa meminimalkan kerugian sekaligus menjaga keselamatan diri dan orang di sekitar.Artikel ini akan membahas tips praktis, rekomendasi, dan panduan lengkap seputar alat pemadam api ringan.

Apa Itu Alat Pemadam Api Ringan dan Mengapa Penting?

Alat pemadam api ringan (APAR) merupakan perangkat portabel yang dirancang untuk memadamkan api kecil sebelum berkembang menjadi kebakaran besar.
APAR biasanya tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 1 kg hingga 9 kg, sehingga mudah disimpan di rumah, kantor, atau kendaraan.

Keunggulan utama alat ini adalah kemampuannya untuk digunakan dengan cepat oleh siapa saja, termasuk orang yang tidak memiliki pengalaman memadamkan api.
Pentingnya memiliki APAR tidak hanya sebatas kewajiban hukum di beberapa sektor, tetapi juga sebagai langkah preventif yang cerdas.

Dengan memiliki alat pemadam api ringan yang tepat, Anda dapat menanggulangi kebakaran kecil, melindungi harta benda, dan meningkatkan rasa aman bagi keluarga atau rekan kerja.

Selain itu, beberapa APAR modern dilengkapi dengan indikator tekanan yang memudahkan pengguna untuk mengetahui kondisi siap pakai.
Keberadaan APAR juga meningkatkan kesadaran keselamatan kebakaran.

Saat diletakkan di lokasi strategis, alat ini tidak hanya berguna dalam keadaan darurat, tetapi juga mengingatkan penghuni atau pekerja
untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya kebakaran.
Jadi, investasi pada APAR ringan adalah langkah proaktif yang mendukung keamanan jangka panjang.

Jenis-Jenis Alat Pemadam Api Ringan

Memahami jenis alat pemadam api ringan sangat penting agar sesuai dengan kebutuhan dan jenis kebakaran yang mungkin terjadi.
Secara umum, APAR dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan bahan pemadamnya:

  • APAR Serbuk Kimia Kering – Cocok untuk kebakaran kelas A (material padat seperti kayu atau kertas),
    kelas B (cairan mudah terbakar), dan kelas C (peralatan listrik).
    APAR ini populer karena efektivitasnya yang tinggi dan kemudahan penggunaannya.
  • APAR Karbon Dioksida (CO₂) – Ideal untuk kebakaran kelas B dan C.
    Gas CO₂ bekerja dengan cara menurunkan oksigen di sekitar api, sehingga api bisa padam tanpa meninggalkan residu.
    Cocok untuk kantor atau ruang dengan peralatan elektronik sensitif.
  • APAR Busa (Foam) – Digunakan untuk kebakaran kelas A dan B, terutama untuk cairan mudah terbakar.
    Busa ini membentuk lapisan pelindung yang mencegah oksigen menyentuh api, sehingga api lebih cepat padam.
  • APAR Air Tekan – Terbaik untuk kebakaran kelas A.
    Meskipun efektif untuk bahan padat, alat ini tidak dianjurkan untuk kebakaran listrik atau minyak.
Memilih jenis APAR yang tepat harus disesuaikan dengan lingkungan dan risiko yang ada.
Misalnya, rumah dengan banyak perabot kayu dan kain lebih cocok menggunakan APAR serbuk kimia atau air,
sementara kantor dengan peralatan elektronik sensitif lebih baik menggunakan APAR CO₂.

Standar dan Sertifikasi Alat Pemadam Api Ringan

Keamanan kebakaran tidak hanya bergantung pada keberadaan
alat pemadam api ringan (APAR), tetapi juga pada kualitas dan keandalannya.
Memahami standar dan sertifikasi APAR membantu memastikan alat yang Anda pilih efektif dan aman digunakan saat darurat.

APAR yang bersertifikasi telah melalui uji kualitas, tekanan, dan daya pemadaman sesuai regulasi nasional maupun internasional.

Di Indonesia, SNI (Standar Nasional Indonesia) menjadi acuan utama untuk APAR.
Sertifikasi SNI memastikan APAR memenuhi standar tekanan, bahan pemadam, dan ketahanan tabung sehingga aman digunakan
di rumah, kantor, atau kendaraan.

Sementara itu, standar internasional seperti
NFPA (National Fire Protection Association) atau
ISO (International Organization for Standardization)
juga sering dijadikan acuan untuk APAR yang diproduksi secara global.

Memilih APAR yang bersertifikasi membantu mengurangi risiko kegagalan saat digunakan.
Beberapa indikator sertifikasi yang perlu diperhatikan antara lain: label SNI/NFPA, tanggal kadaluarsa,
dan dokumen uji tekanan.

APAR yang tidak memiliki sertifikasi resmi dapat menimbulkan risiko, misalnya tekanan tidak stabil atau bahan pemadam
kurang efektif, sehingga berpotensi memperburuk kondisi kebakaran.

Selain itu, sertifikasi juga memberi jaminan bahwa APAR diproduksi mengikuti prosedur standar dan bahan berkualitas,
sehingga lebih awet dan dapat diandalkan dalam jangka panjang.

Bagi pemilik rumah, kantor, atau kendaraan, memilih APAR bersertifikasi bukan hanya kewajiban,
tetapi langkah proaktif untuk menjaga keselamatan penghuni dan aset berharga.

Risiko Kebakaran Berdasarkan Lokasi dan Jenis Material

Setiap lokasi memiliki potensi risiko kebakaran yang berbeda, tergantung pada jenis material dan aktivitas di dalamnya.
Mengetahui risiko ini membantu menentukan jenis
alat pemadam api ringan (APAR) yang paling sesuai agar penanganan kebakaran bisa cepat dan efektif.

Kesalahan memilih jenis APAR dapat membuat api semakin membesar, bukan padam.
Oleh karena itu, pemahaman terhadap klasifikasi kebakaran sangat penting sebelum membeli atau menempatkan APAR.

Secara umum, kebakaran dibagi ke dalam beberapa kelas kebakaran berdasarkan material yang terbakar:

  • Kelas A – Disebabkan oleh bahan padat non-logam seperti kayu, kertas, kain, dan plastik.
    Risiko ini umum terjadi di rumah, perkantoran, atau sekolah.
    Untuk kasus ini, APAR air atau serbuk kimia kering paling efektif.
  • Kelas B – Terjadi akibat cairan mudah terbakar seperti bensin, minyak, atau cat.
    Risiko ini biasanya muncul di garasi, bengkel, dan area industri.
    APAR busa (foam) atau CO₂ menjadi pilihan terbaik karena mampu menutup sumber oksigen
    di permukaan bahan cair.
  • Kelas C – Disebabkan oleh peralatan listrik bertegangan.
    Umumnya terjadi di ruang server, dapur modern, atau kantor dengan banyak komputer.
    APAR CO₂ lebih disarankan karena tidak meninggalkan residu dan aman untuk perangkat elektronik.
  • Kelas D – Terjadi pada logam mudah terbakar seperti magnesium atau natrium,
    biasanya di pabrik atau laboratorium industri khusus.
    Jenis kebakaran ini memerlukan APAR serbuk kimia khusus (Dry Powder for Metal Fire).

Mengetahui jenis risiko kebakaran berdasarkan lokasi membantu pengguna menempatkan APAR yang sesuai di setiap area.
Misalnya, dapur rumah tangga dan bengkel kendaraan membutuhkan APAR berbeda.

Rumah tangga sebaiknya memiliki APAR serbuk kimia yang serbaguna,
sementara kantor lebih aman dengan APAR CO₂ yang tidak merusak peralatan elektronik.

Langkah ini bukan hanya soal kepatuhan terhadap standar keselamatan,
tapi juga bentuk investasi untuk melindungi keluarga, karyawan, dan aset bisnis Anda dari kerugian besar akibat kebakaran.

Cara Memilih Alat Pemadam Api Ringan yang Tepat

Memilih alat pemadam api ringan tidak boleh sembarangan.
Ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan agar APAR benar-benar efektif saat dibutuhkan.
Pertama, perhatikan ukuran dan kapasitas APAR.

APAR dengan kapasitas 2–3 kg umumnya cukup untuk rumah tangga atau kendaraan,
sedangkan kantor atau fasilitas publik yang lebih besar memerlukan APAR 6–9 kg agar daya padam lebih optimal.

Kedua, cek jenis bahan pemadam yang sesuai dengan potensi risiko kebakaran di lokasi Anda.
Untuk dapur rumah tangga, APAR serbuk kimia atau busa bisa lebih efektif,
sementara di kantor dengan peralatan elektronik, APAR CO₂ lebih disarankan.

Ketiga, perhatikan tanggal kadaluarsa dan kondisi fisik APAR.
Pastikan alat memiliki indikator tekanan, tabung tidak penyok, dan selang atau nozzle dalam kondisi baik.
Rutin memeriksa alat ini minimal setiap 6 bulan sangat dianjurkan.

Keempat, lokasi penyimpanan juga krusial.

APAR harus mudah dijangkau dalam keadaan darurat, ditempatkan di area yang terlihat dan tidak terhalang furnitur atau peralatan lain.Pemasangan di dekat pintu keluar, dapur, atau area berisiko tinggi akan meningkatkan respons cepat saat kebakaran terjadi.

Dengan memperhatikan faktor-faktor ini, Anda bisa memastikan APAR yang dipilih benar-benar siap pakai dan efektif. Ini bukan hanya soal mematuhi regulasi, tetapi juga melindungi keselamatan keluarga, karyawan, dan aset berharga Anda.

Tips Penyimpanan dan Penempatan Strategis APAR

Memiliki alat pemadam api ringan (APAR) saja tidak cukup jika penyimpanannya tidak tepat.
Dalam situasi darurat, detik pertama sangat berharga.
Karena itu, penempatan dan penyimpanan APAR harus dilakukan secara strategis agar mudah diakses oleh siapa pun ketika kebakaran terjadi.

Banyak kasus kebakaran menjadi sulit dikendalikan bukan karena tidak ada APAR,
melainkan karena alat tersebut disimpan di tempat yang salah.
Langkah pertama dalam penyimpanan APAR adalah memastikan posisi alat mudah terlihat dan dijangkau.

Hindari menaruh APAR di balik pintu, dalam lemari tertutup, atau di area yang sering dipenuhi barang.
Lokasi ideal untuk APAR adalah dekat pintu keluar, area dapur, ruang server, garasi, dan area dengan risiko tinggi kebakaran.

APAR juga harus diletakkan di tempat yang stabil, tidak terkena panas langsung,
dan memiliki ketinggian pemasangan antara 80–120 cm dari lantai agar mudah diambil oleh orang dewasa maupun anak yang sudah dilatih.

Selain lokasi, pemasangan rambu atau tanda lokasi APAR juga penting.
Rambu yang jelas membantu siapa pun menemukan APAR dengan cepat saat terjadi kepanikan.
Gunakan warna kontras dan letakkan pada ketinggian mata.

Di kantor atau gedung publik, penempatan APAR sebaiknya mengikuti layout evakuasi darurat agar pengguna dapat menemukannya di jalur keluar. Lakukan juga inspeksi rutin terhadap kondisi APAR, termasuk memastikan alat tidak tertutup debu, tidak berkarat, dan tekanan dalam kondisi stabil.

Jika terdapat banyak ruangan, buat peta penempatan APAR agar semua penghuni atau karyawan mengetahui lokasi alat pemadam. Penempatan strategis bukan hanya soal aturan keselamatan, tetapi juga bentuk kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.

Dengan menyimpan APAR secara benar, Anda memastikan waktu respons lebih cepat, meminimalkan kerugian, dan meningkatkan keselamatan semua orang di sekitar Anda.

Perawatan Berkala dan Pemeriksaan APAR

Memiliki alat pemadam api ringan (APAR) yang berkualitas tidak akan bermanfaat jika alat tersebut tidak dirawat secara rutin. APAR yang tampak baik dari luar bisa saja kehilangan tekanan, mengalami kebocoran, atau tidak berfungsi optimal ketika digunakan.

Karena itu, perawatan berkala dan pemeriksaan APAR menjadi langkah penting untuk memastikan alat selalu dalam kondisi siap pakai setiap saat. Langkah pertama dalam pemeriksaan APAR adalah mengecek indikator tekanan.

Jarum penunjuk pada manometer harus berada di area hijau, yang menandakan tekanan berada pada tingkat aman. Jika jarum bergeser ke area merah, segera lakukan pengisian ulang atau servis di tempat resmi.

Selain tekanan, kondisi fisik tabung juga perlu diperhatikan. Pastikan tidak ada karat, penyok, atau kebocoran pada bagian sambungan. Selang dan nozzle harus bersih dan tidak tersumbat agar semprotan gas atau serbuk keluar dengan lancar.

Lakukan pemeriksaan ringan setiap bulan, dan pemeriksaan menyeluruh minimal setiap enam bulan atau setahun sekali. Jangan lupakan masa kadaluarsa dan jadwal isi ulang APAR.

Sebagian besar tabung APAR memerlukan pengisian ulang setelah 1–2 tahun penggunaan, tergantung pada jenis bahan pemadamnya. APAR yang sudah pernah digunakan, meski hanya sedikit, wajib segera diisi ulang untuk mengembalikan tekanan optimal.

Selain pemeriksaan fisik, penting juga untuk menyimpan catatan servis. Dengan mencatat tanggal pemeriksaan dan pengisian ulang, Anda dapat memastikan jadwal perawatan dilakukan tepat waktu. Banyak gedung kantor atau pabrik menggunakan sistem fire log untuk mencatat semua aktivitas pemeliharaan ini.

Terakhir, lakukan pelatihan sederhana kepada penghuni rumah atau karyawan tentang cara memeriksa APAR secara mandiri. Langkah kecil ini membantu mendeteksi lebih awal jika ada masalah sebelum keadaan darurat benar-benar terjadi.

Perawatan berkala bukan sekadar kewajiban, tetapi bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan diri dan lingkungan sekitar. APAR yang dirawat dengan baik adalah investasi jangka panjang yang bisa menyelamatkan nyawa dan aset berharga.

Pelatihan Penggunaan APAR untuk Keluarga dan Karyawan

Memiliki alat pemadam api ringan (APAR) yang berkualitas dan terawat dengan baik tidak akan banyak membantu jika orang di sekitar tidak tahu cara menggunakannya. Dalam situasi kebakaran, kepanikan sering kali membuat seseorang kehilangan kemampuan berpikir jernih.

Karena itu, pelatihan penggunaan APAR menjadi langkah penting untuk memastikan setiap orang baik di rumah maupun di tempat kerja siap bertindak cepat dan tepat ketika menghadapi keadaan darurat.

Pelatihan ini tidak harus rumit atau memakan waktu lama. Cukup dilakukan secara berkala, minimal dua kali dalam setahun, agar pengguna terbiasa dengan prosedur dasar penggunaan APAR. Metode paling umum dan mudah diingat adalah teknik PASS, yang merupakan singkatan dari:

  • Pull (Tarik pin pengaman) – Lepaskan segel dan pin yang mengunci tuas agar APAR siap digunakan.
  • Aim (Arahkan nozzle ke sumber api) – Fokuskan arah semprotan ke pangkal api, bukan ke bagian atas nyala api.
  • Squeeze (Tekan tuas) – Tekan tuas dengan mantap untuk mengeluarkan bahan pemadam dari tabung.
  • Sweep (Gerakkan ke kiri dan kanan) – Semprotkan secara menyapu agar seluruh area api tertutup bahan pemadam dengan merata.

Selain memahami teknik dasar, peserta pelatihan juga perlu mengetahui jenis APAR yang digunakan, karena tiap jenis memiliki cara kerja dan batasan berbeda. Misalnya, APAR berbasis air tidak boleh digunakan untuk kebakaran listrik, sementara APAR CO₂ ideal untuk kebakaran di ruang server atau dapur dengan peralatan elektronik.

Untuk lingkungan kantor, sebaiknya adakan simulasi kebakaran kecil agar karyawan dapat mempraktikkan penggunaan APAR dalam situasi mendekati nyata. Sementara di rumah, anggota keluarga minimal perlu tahu di mana lokasi APAR disimpan dan siapa yang paling siap menggunakannya jika terjadi kebakaran.

Dengan adanya pelatihan sederhana ini, Anda bukan hanya meningkatkan kesiapsiagaan, tetapi juga membangun budaya keselamatan di rumah maupun di tempat kerja. Dalam keadaan darurat, tindakan cepat dan terlatih sering kali menjadi pembeda antara kebakaran kecil yang terkendali dan bencana besar yang sulit dipadamkan.

Kesalahan Umum dalam Penggunaan APAR dan Cara Menghindarinya

Memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) saja tidak cukup untuk memastikan keselamatan saat terjadi kebakaran. Banyak orang sudah memiliki APAR di rumah atau tempat kerja, namun justru gagal menggunakannya secara efektif karena kurangnya pemahaman dan pelatihan dasar.

Dalam kondisi darurat, kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal bukan hanya gagal memadamkan api, tetapi juga membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Berikut beberapa kesalahan umum dalam penggunaan APAR yang sering terjadi beserta cara mudah untuk menghindarinya:

Tidak Mengenali Jenis APAR yang Digunakan

Banyak pengguna tidak menyadari bahwa setiap jenis APAR memiliki fungsi khusus sesuai dengan klasifikasi kebakaran (A, B, C, D, atau K). Misalnya, APAR air hanya cocok untuk kebakaran bahan padat seperti kayu atau kertas, sedangkan APAR CO₂ digunakan untuk kebakaran listrik atau cairan mudah terbakar.

Cara menghindari:

Pastikan Anda memahami label dan warna tabung APAR, serta pelajari tabel klasifikasi kebakaran yang biasanya tercantum di badan tabung.

Menyemprotkan ke Nyala Api, Bukan ke Sumber Api

Kesalahan ini paling sering terjadi karena kepanikan. Padahal, nyala api hanyalah hasil pembakaran; yang harus dipadamkan adalah sumber bahan bakarnya.

Cara menghindari:

Arahkan nozzle APAR ke pangkal api, lalu lakukan gerakan menyapu dari sisi ke sisi. Gunakan teknik PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep) agar semprotan efektif memutus reaksi pembakaran.

Tidak Melakukan Pemeriksaan Rutin Sebelum Digunakan

APAR yang disimpan dalam jangka waktu lama tanpa pengecekan bisa kehilangan tekanan atau mengalami kebocoran. Akibatnya, tabung mungkin tidak berfungsi saat dibutuhkan.

Cara menghindari:

Lakukan pemeriksaan tekanan, segel, dan pin pengaman minimal sekali setiap bulan. Pastikan juga alat tidak terhalang benda lain dan mudah dijangkau.

Panik dan Tidak Mengikuti Prosedur Darurat

Kebanyakan orang lupa bahwa memadamkan api bukan hanya soal alat, tapi juga soal kesiapsiagaan mental. Bertindak tanpa strategi justru dapat memperbesar risiko.

Cara menghindari:

Sebelum menggunakan APAR, pastikan Anda sudah memanggil bantuan dan memastikan semua orang di sekitar sudah dievakuasi. Gunakan APAR hanya jika api masih kecil dan dapat dikendalikan.

Menyimpan APAR di Tempat yang Tidak Tepat

Kesalahan umum lainnya adalah menempatkan APAR terlalu tinggi, tertutup perabot, atau jauh dari area berisiko kebakaran seperti dapur dan ruang mesin.

Cara menghindari:

Tempatkan APAR di lokasi mudah terlihat dan terjangkau, seperti dekat pintu keluar, dapur, atau area kerja yang memiliki potensi sumber panas.

Dengan memahami dan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, Anda bisa meningkatkan efektivitas penggunaan APAR dalam situasi darurat.

Ingat, alat yang baik tidak akan berguna tanpa pengetahuan dan kesiapan penggunanya. Karena itu, pelatihan dasar dan pemeriksaan rutin harus menjadi kebiasaan, bukan hanya formalitas.

Tips Perawatan dan Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan

Setelah memiliki APAR, merawat dan menggunakannya dengan benar adalah kunci agar tetap efektif saat dibutuhkan. Berikut beberapa tips penting:

  • Periksa secara rutin – Pastikan tabung APAR tidak bocor, selang atau nozzle tidak tersumbat, dan indikator tekanan menunjukkan status “siap pakai.” Periksa minimal setiap enam bulan.
  • Pahami cara penggunaan – Gunakan metode PASS: Pull (tarik pin), Aim (arahkan nozzle), Squeeze (tekan tuas), Sweep (gerakkan ke kiri-kanan). Latihan penggunaan APAR di luar situasi darurat akan meningkatkan kesiapan Anda.
  • Simpan di lokasi strategis – APAR harus mudah dijangkau dan terlihat jelas. Jangan simpan di tempat sempit atau tertutup karena akan menghambat akses saat darurat.
  • Jangan campur penggunaan – Gunakan APAR sesuai jenis kebakaran. Misalnya, jangan gunakan APAR air untuk kebakaran listrik atau minyak karena bisa membahayakan.
  • Pelatihan keluarga atau karyawan – Berikan pemahaman dasar tentang APAR agar setiap orang tahu cara menggunakannya dengan cepat dan aman.

Merawat APAR tidak memerlukan biaya besar, tetapi manfaatnya sangat signifikan. APAR yang siap pakai bisa menekan risiko kerugian besar akibat kebakaran dan memberikan ketenangan bagi Anda dan orang di sekitar.

APAR Investasi Kecil untuk Keamanan Besar

Kebakaran bisa terjadi kapan saja, bahkan dari hal kecil seperti korsleting listrik, minyak panas, atau lilin yang terjatuh. Namun satu alat sederhana Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bisa menjadi pembeda antara kerugian besar dan keselamatan yang tak ternilai.

APAR bukan hanya perlengkapan keselamatan, tapi bentuk kepedulian terhadap lingkungan kerja dan keluarga. Dengan memahami standar, cara penempatan, dan perawatannya, Anda tidak hanya melindungi bangunan, tetapi juga nyawa dan masa depan orang-orang di dalamnya.

Apalagi jika Anda memilih APAR bersertifikasi resmi seperti SNI atau NFPA, daya kerjanya terjamin efektif saat situasi darurat terjadi.

Bayangkan tenangnya perasaan ketika tahu Anda memiliki alat pemadam api yang siap digunakan kapan pun dibutuhkan. Tidak perlu cemas dengan potensi kebakaran kecil, karena Anda sudah memegang kendali atas keselamatan.

Inilah bentuk investasi keamanan jangka panjang yang seharusnya dimiliki setiap rumah, kantor, dan fasilitas industri bukan karena diwajibkan, tapi karena Anda peduli. Mulailah langkah sederhana hari ini. Pastikan setiap ruangan penting memiliki alat pemadam api ringan yang sesuai standar dan mudah dijangkau.

Jika Anda ingin memastikan pilihan APAR Anda berkualitas, tahan lama, dan sesuai kebutuhan lokasi, konsultasikan pada penyedia terpercaya seperti Tviling Teknik, mitra keamanan yang membantu Anda melindungi yang paling berharga.

FAQ

1. Apa itu alat pemadam api ringan (APAR) dan mengapa penting dimiliki di rumah atau kantor?

APAR (Alat Pemadam Api Ringan) adalah perangkat portabel yang berfungsi untuk memadamkan api pada tahap awal sebelum meluas menjadi kebakaran besar. Alat ini penting dimiliki karena mampu memberikan tindakan cepat dalam situasi darurat, melindungi nyawa, aset, dan mencegah kerugian besar. Dengan penempatan yang tepat, APAR menjadi solusi praktis dan efektif menjaga keamanan rumah maupun kantor.

2. Bagaimana cara memilih alat pemadam api ringan yang sesuai dengan kebutuhan?

Pilih jenis APAR berdasarkan potensi risiko kebakaran di lokasi Anda:

  • Untuk rumah tangga, gunakan APAR serbuk kimia kering karena serbaguna.
  • Untuk kantor atau ruang elektronik, pilih APAR CO₂ agar aman dan tidak merusak perangkat.
  • Pastikan juga APAR bersertifikasi SNI atau NFPA, memiliki indikator tekanan, dan sesuai kapasitas ruangan. Dengan begitu, Anda mendapatkan perlindungan maksimal dan alat yang siap digunakan kapan pun.

3. Di mana lokasi terbaik untuk menempatkan APAR agar mudah dijangkau saat darurat?

Tempatkan APAR di area strategis dan berisiko tinggi kebakaran, seperti dapur, ruang server, garasi, dan dekat pintu keluar. Pastikan alat terlihat jelas, tidak terhalang perabot, dan berada di ketinggian 80–120 cm dari lantai agar mudah diambil. Jangan lupa pasang rambu atau tanda lokasi APAR untuk memudahkan siapa pun menemukannya dalam keadaan panik.

4. Seberapa sering APAR perlu diperiksa atau diservis?

Lakukan pemeriksaan ringan setiap bulan untuk memastikan tekanan dan kondisi tabung masih baik. Sementara itu, perawatan menyeluruh atau servis berkala sebaiknya dilakukan setiap 6–12 bulan, termasuk pengisian ulang jika tekanan menurun. APAR yang sudah digunakan sedikit pun tetap harus diisi ulang agar kembali ke kondisi siap pakai. Perawatan rutin ini memastikan alat berfungsi optimal saat keadaan darurat.

5. Apa kesalahan umum dalam penggunaan APAR dan bagaimana cara menghindarinya?

Kesalahan paling sering adalah menyemprot ke nyala api, bukan ke sumber api, serta menggunakan jenis APAR yang salah. Gunakan teknik PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep): tarik pin, arahkan ke pangkal api, tekan tuas, dan semprotkan secara menyapu. Selain itu, hindari menyimpan APAR di tempat tersembunyi, dan latih anggota keluarga atau karyawan agar terbiasa menggunakan alat ini dengan benar.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *